Operasi kelamin, Bagimana dengan hukum warisnya?

Orang banyak menyebut istilahnya, wadam atau waria. Namun perlu diperhatikan bahwa dalam syariat Islam dikenal dua hal berkaitan dengan fenomena tersebut. Pertama, adalah istilah Khuntsa dan kedua adalah Takhannuts. Keduanya meski mirip-mirip tapi berbeda secara mendasar. Khuntsa (Hemaprodit) di antara sekian banyak fenomena di dunia ini, ada sedikit kasus di mana seseorang memiliki kelamin ganda. artinya dia memilki kelamin laki-laki dan kelamin wanita sekaligus. Dalam masalah ini, Islam sejak awal telah memiliki sikap tersendiri berkaitan dengan status jenis kelamin orang ini. Sederhana saja, bila alat kelamin salah satu jenis itu lebih dominan, maka dia ditetapkan sebagai jenis kelamin tersebut. Namun ada juga yang dari segi dominasinya berimbang, yang dalam literatur fiqih disebut dengan istilah “Khuntsa Musykil”. Disebut muskil karena kedua alat kelamin itu berfungsi sama baiknya dan sama dominannya. Takhannuts adalah yaitu sifat seseorang yang berbeda dengan bentuk jasmaninya, seperti hanya berpura-pura jadi khuntsa, padahal dari segi pisik dia punya organ kelamin yang jelas. Sehingga sama sekali tidak ada masalah dalam statusnya apakah laki atau wanita. Bagian mereka yang melakukan operasi kelamin, tapi operasi itu sifatnya cuma aksesris dan tidak bisa berfungsi normal. Karena itu operasi tidak membuatnya berganti kelamin dalam kacamata syariat. Sehingga status tetap laki-laki meski suara, bentuk tubuh, kulit dan seterusnya mirip wanita. Sedangkan yang berkaitan dengan perlakuan para waria ini, jelas mereka adalah laki-laki, karena itu ta‘amul kita dengan mereka sesuai dengan etika laki-laki. Dan karena tetap laki-laki, maka pergaulan mereka dengan wanita persis sebagaiman adab pergaulan laki-laki dengan wanita. Para wanita tetap tidak boleh berkhalwat, ihktilat, senduthan kulit, membuka aurat dan seterusnya dengan para waria ini. Orang yang melakukan takhnnuts ini jelas melakukan dosa besar karena berlaku menyimpang dengan menyerupai wanita. (http:/wordpress.com,bencong-menurut-islam/+hukum+waris+operasi+ kelamin ) Rasulullah SAW pernah mengumumkan, bahwa perempuan dilarang memakai pakaian laki-laki dan laki-laki dilarang memakai pakaian perempuan. Di samping itu beliau melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki. Rasulullah SAW pernah menghitung orang-orang yang dilaknat di dunia ini dan disambutnya juga oleh malaikat, di antaranya ialah laki-laki yang memang oleh Allah dijadikan betul-betul laki-laki, tetapi dia menjadikan dirinya sebagai perempuan dan menyerupai perempuan; dan yang kedua, yaitu perempuan yang memang dicipta oleh Allah sebagai perempuan betul-betul, tetapi kemudian dia menjadikan dirinya sebagai laki-laki dan menyerupai orang laki-laki (Hadits Riwayat Thabarani). Fatwa Ulama Setatus Hukum Oprasi Kelamin Fatwa MUI: tindakan menyempurnakan kelamin dibenarkan bagi yang berkelamin ganda. tapi menukar atau mengubah kelamin pria jadi wanita & sebaliknya, tak boleh. Fatwa yang datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Tindakan menyempurnakan kelamin dibenarkan bagi yang berkelamin ganda, Ini yang mesti diteliti dulu sebelum kelamin waria dioperasi. Ahmad Azhar Basyir, M.A., bila jenis kelaminnya kembar, ketua Majelis Tarjih Pengurus Pusat Muhammadiyah itu setuju “penegasan” kelamin dengan cara dioperasi. Tindakan operasi dimaksud menjadi amal saleh. Tindakan ini dipandang semacam mengobati orang sakit. Dalam seminar Tinjauan Islam tentang Operasi Ganti Kelamin di Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Jawa Timur. Pertemuan yang juga mengundang Dedi Yuliardi atau yang lebih dikenal dengan pangilan Dorce Kamalama. dari hasil seminar itu memutuskan bahwasanya: Kelamin yang sudah sempurna, kalau dioperasi atau diubah, haram. Kelaminn sempurna, jika telanjur memilih dioperasi, “hukumnya dikembalikan kepada status asal sebelum ia dioperasi”.Yang mubah atau boleh dioperasi: Lelaki atau perempuan yang kelaminnya tidak sama antara yang di luar dan yang di dalam, harus dioperasi untuk disamakan. (jika luar dan dalamnya serupa, cuma bentuknya kurang sempurna, boleh pula disempurnakan) Di Iran sendiri, perubahan jenis kelamin dizinkan sejak Ayatollah Khomeini, pemimpin spritual revolusi Islam pada 1979, mengeluarkan sebuah fatwa sejak 25 tahun lalu khusus bagi mereka yang didiagnosa atau dinyatakan sebagai transseksual atau banci. Di masa sekarang, Iran tercatat sebagai salah satu negara yang paling banyak melakuka praktik operasi ganti kelamin setelah Thailand. Pemerintah bahkan menyediakan bantuan finansial yang mencapai setengah dari biaya operasi bagi mereka yang membutuhkan. Prosedur ganti kelamin ini bisa dilakukan jika warga memiliki akte kelahiran yang menyatakan status transseksual. ¨Islam punya obat untuk mereka yang menderita kelainan ini. Jika mereka ingin mengubah jenis kelaminnya. jalannya terbuka,¨ ungkap Hajatol Islam Muhammad Mehdi Kariminia, ulama yang bertanggung jawab atas penetapan kembali status gender. Ia mengatakan, sebuah tindakan operasi tidak lebih dari sekedar dosa seperti halnya mengubah gandum menjadi terigu kemudian menjadi roti. Salah seorang dokter ahli yang terkemuka dalam hal operasi kelamin di Iran adalah Dr Mir-Jalali. Dokter lulusan Prancis itu mengklaim telah melakukan operasi ganti kelamin sebanyak 450 kali dalam 12 tahun terakhir Di masa sekarang, Iran tercatat sebagai salah satu negara yang paling banyak melakukan praktik operasi ganti kelamin setelah Thailand.(http://www.kompas.com/2008/02/27/) Dari keterangan Pro. Dr. Djokhasjah Marzaeki. selaku salah satu tim ahli bedah pelastik yang perna mengoprasi Dorce, dia sudah mengoprasi takurang 40 kasus kelamin kaum trasseksual. Menurut Prof Djo, jika pasien sudah melalui prosedur sudah benar berdasarkan ketentuan, maka resiko signifikan bisa diminimalisir (Jawapos h.30. 31 jan 2009) Hukum waris Lalu bagai mana dengan setatus hukum seseorang yang termasuk dalam kategori Khuntsa dan Takhannuts, apalagi mereka yang secara sengaja atau terlanjur melakukan tindakan operasi perubahan/penyempurnaan kelamin. Bidang kedokteran secara umum termasuk salah satu bidang keilmuan yang mendapat perhatian cukup besar dari para ulama, sejak masa Nabi hingga dewasa ini, termasuk yang terkait dengan perkembangan teknologinya dari sisi etika dan hukum Islam. Dalam menentukan hukum, haram-halalnya suatu temuan ilmiah termasuk dalam bidang kedokteran, pada masa lalu Nabi, seluruhnya dapat diselesaikan oleh Nabi. Sedang pada masa berikutnya jika tidak dapat ditemukan dalam sumber ajaran Islam, al-Quran dan hadits, maka dilakukan ijtihad. Dalam pembagian harta waris bagi mereka yang telah melakukan tindakan operasi perubahan/penyempurnaan kelamin yang sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan maka dia mengikuti keputusan hukun yang ditetapkan. K.H. Hasan Basri. Selaku ketua umum MUI, bila fungsi kelamin waria (wanita yang pria) cenderung wanita, boleh direparasi seperti wanita normal.

2 thoughts on “Operasi kelamin, Bagimana dengan hukum warisnya?

  1. buat agama agama atau ulama pendeta tolong jelaskan megenai hal ini, ingat tapi menjawabya harus pake hati nurani manusia jangan fanatik ke agamanya masing-masing. pertanyaanya adalah kenapa penciptanya menciptakan ada kelamin ganda seperti ini? atau laki-laki berperasaan wanita begitupula sebaliknya wanita berperasaan laki-laki dan dari ke 3 kasus di atas mereka semua tidak minta di lahikan seperti itu. nah karena selama ini agamalah yang memponis mereka itu berdosa atau menyimpang menyalahi aturan, sekali lagi mereka tidak menginginkanya. klo mereka menginginkanya pertanayaan saya mau engak kalian yang normal menyalahi kodratnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s