Desain Pengembangan BlankOn (Tidak Resmi) #4 Repository a.k.a Lumbung Paket

Malam ini saya habis ngopi dari amira, berbincang-bincang ngalor ngedol masalah manajemen penyimpanan peralatan restoran dan stok toko cat, kebetulan teman ngobrol ini adalah staf salah satu gudang peralatan makan di resto dan hotel di Surabaya Barat dan sales cat di salah satu cat termahal di Indonesia.

Teman saya yang staf penjaga ini meski menginventori setiap minggunya untuk mendapatkan data barang di resto dan hotel, baik itu digudang, di restoran, di hotel dan di tempat-tempat sekitar wilayah kerjanya, pekerjaan tersebut harus mendarah daging membumi, teman saya tersebut harus menyatu dengan barang-barang yang menjadi tanggung jawabnya, kadang kala pas dan kadangkala ada yang hilang (rusak atau pun hilang ditelan bumi), dan masalah ini harus terus dilakukan untuk menjaga operasional resto dan hotel biar tetap beroperasi dan diminati oleh pelanggan. Untuk teman yang satunya tidak banyak cerita dan saya tidak sebegitu menangkap tentang manajemen pendataan barang-barang yang berada di toko cat tadi,.

Oleh karena itu saya jadi teringat dengan Repository BlankOn atau Lumbung Paket, untuk Lumbung Sumber Kode dibahas di belakangan deh, ndak papa kan? ok sip.

Repository, apa sih itu? Nama di samping adalah tempat penyimpanan aplikasi-aplikasi yang akan dipasang oleh pabrik-cc (pencetak CD) atau pun yang akan dipasang oleh Pengguna BlankOn, tentunya manajemen penyimpanan aplikasi ini mirip dengan tempat penyimpanan yang dilakukan teman saya di kerjanya tadi, di BlankOn Repository ini terlihat simpel oleh pengguna yang ketika memasang aplikasi tinggal centang-centang dan terapkan pada synaptic atau warsi, atau tinggal sudo apt-get install namaaplikasi atau sudo aptitude install  namaaplikasi, dan kita mengenal repository BlankOn di alamat

deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon $Name_Relase main extras extras-restricted restricted

Dan ada beberapa cermin  yang mencadangkan repository BlankOn tersebut, dan terlihat simpel kan? ow tidak.

Di belakang itu semua, ada manajemen yang dilakukan oleh maintainer repository tersebut, maintainer ini bertugas merawat bagaimana repository BlankOn tetap berjalan dan dapat digunakan oleh pengguna BlankOn, dan tentunya saya sempat merasakan merawat berkat ikut cuci-cuci di BlankOn.

Di BlankOn Sendiri alamat reponya adalah :

http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon/

Sampai saat ini Blankon mendukung 4 arsitektur, yaitu i386, amd64, armel, armhf. Untuk lebih detail tentang arsitektur baca sendiri ya😀, disamping itu BlankOn juga mencadangkan berkas terbal dari source aplkasi yang dijadikan berkas binari dari beberapa arsitektur tersebut.

Di BlankOn sendiri ada beberapa component yang di pakai, yaitu main, extras, extras-restricted dan restricted. Apa itu?

main : Repository Perangkat Lunak yang  yang di dukung secara resmi oleh BlankOn.

extras: Repository Perangkat Lunak yang didukung oleh komunitas BlankOn.

extras-restricted: Repository Perangkat Lunak yang didukung oleh komunitas BlankOn dan berlisensi tidak bebas.

restricted: Repository Perangkat Lunak yang di dukung secara resmi oleh BlankOn yang tidak berlisensi bebas.

Di repository terdapat beberapa Map, yaitu

changelogs : Riwayat Pemaketan

dist: Distribusi Rilis apa saja yang didukung.

pool: tempat dimana binari dan source terbal diletakkan.

Oke itulah yang kita lihat di depan yang biasa kita pasang.

Dari sisi dalam pembangunan Repository BlankOn menggunakan aplikasi reprepro, aplikasi inilah yang berjasa memanajemen Repository BlankOn, dan di BlankOn Repository dibangun dengan mengguanak perpaduan dari Repository Debian dan hasil Kerja Irgsh (Ir. Robot Gedek, SH). tentunya ada proses yang dilakukan sangat panjang. oke langsung saja saya gambarkan, eh alurkan, atau apalah.

repo dev

Dari alur di atas bahwa Repository BlankOn sebelum masuk ke repo yang di gunakan oleh pengguna, aplikasi-aplikasi itu disimpan dalam Repository Pengembangan BlankOn yang beralamat http://arsip-dev.blankonlinux.or.id/blankon repo ini tidak disarankan digunakan untuk pengguna, repo ini hanya digunakan oleh Irgsh dan para Pengembang BlankOn, Di Repository inilah BlankOn akan diuji oleh pengembang khususnya tester, untuk sesi pengetesan akan dibahas lebih lanjut di sesi lain.

Ow ya hampir lupa, apa itu Debian Repository dan Irgsh?

Debian Repository adalah Tempat Penyimpanan Aplikasi-aplikasi yang disuguhkan debian kepada penggunanya.

Irgsh adlah Robot Pembangun aplikasi dari source ke binari debian debian-installer (deb dan udeb).

Nah inilah gambar jelek selanjutnya.

arsip

Dan inilah gambar jelek yang telah saya gambar😀, silahkan tafsirkan sendiri! eh saya jabarkan saja. Ketika BlankOn Repo-Develeopment sudah teruji dan sip maka akan dimasukkan ke Repo BlankOn yang akan diakses oleh pengguna dan diakses oleh para Cermin-cermin Repository BlankOn. Untuk masalah teknisnya bagaimana? ya nanti kita buat perhitungan di milis atau di IRC kalau tidak sabar kalau sabar di edisi mendaatang akan dibahas lebih lanjut.

Dan Gambar ini mirip dengan pekerjaan teman saya ternyata,😀 dan selamat malam Jumat, mari beribadah dan berpacaran dengan Tuhan di malam ini, dan sampai ketemu di #5, wallohua’lam bishowab.

One thought on “Desain Pengembangan BlankOn (Tidak Resmi) #4 Repository a.k.a Lumbung Paket

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s