Desain Pengembangan BlankOn (Tidak Resmi) #10 Membangun Lingkungan debootstrap dan dchroot untuk pemaketan

Lama gak ketemu rek, di #10 ini bahas debootstrap & dchroot supaya komputer kita green & clean, eh kok kayak moto kota saja :D.

oke langsung bae yaaaaaaaaaaaaaaa.

$ sudo apt-get install debootstrap dchroot

Setelah itu buat direktory untuk debootstrap dan jalankan debootstrap

$ sudo mkdir /var/chroot

$ echo “mychroot /var/chroot” | sudo tee -a /etc/dchroot.conf

$ sudo debootstrap –variant=buildd tambora /var/chroot/ http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon

setting lingkungan dchroot untuk memudahkan penggunaan kita.

$ sudo cp /etc/resolv.conf /var/chroot/etc/resolv.conf

$ sudo cp /etc/apt/sources.list /var/chroot/etc/apt/

Masuk ke Chroot

$ sudo chroot /var/chroot/

Ubah berkas sources.list sesuai rilis

# echo “deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora main restricted extras extras-restricted” > /etc/apt/sources.list

# echo “deb-src http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora main restricted extras extras-restricted” >> /etc/apt/sources.list

# apt-get update

Pasang paket-paket yang dibutuhkan

# apt-get install wget debconf devscripts gnupg nano dialog sudo

# exit

Agar pengguna dapat menggunakan dchroot mari kita ubah

$ sudo cp /etc/passwd /var/chroot/etc/

$ sudo sed “s/\([^:]*\):[^:]*:/\1:*:/” /etc/shadow | sudo tee /var/chroot/etc/shadow

$ sudo cp /etc/group /var/chroot/etc/

$ sudo cp /etc/hosts /var/chroot/etc/

Ubah konfigurasi password

$ sudo cp /etc/sudoers /var/chroot/etc/

$ sudo chroot /var/chroot/

# dpkg-reconfigure passwd

# passwd <nama-pengguna> # exit

Ubah fstab supaya bisa berbagi home dan tmp

$ sudo nano /etc/fstab

dan tambahkan

### Isi /etc/fstab untuk dchroot ###

/home /var/chroot/home none bind 0 0

/tmp /var/chroot/tmp none bind 0 0

proc-chroot /var/chroot/proc proc defaults 0 0

devpts-chroot /var/chroot/dev/pts devpts defaults 0 0

simpan dan mount

$ sudo mount -a

Setelah itu masuk ke chroot dan setting

$ sudo chroot /var/chroot/

# echo mychroot > /etc/debian_chroot

# exit

Selesei, untuk menggunakan dchroot adalah

$ dchroot -c mychroot -d

sampai ketemu di #11

 

 

 

Desain Pengembangan BlankOn (Tidak Resmi) #9 Apa perlu dipaketin?

Selamat malam, selamat bersengsara ria para pemaket, kejar Gnome3.12 sampai titik kopi penghabisan, selamat bertemu di #9, kali ini kita bahas tentang Ngapain sih kita maketin di BlankOn? kapan kita harus maketin? Ini dia alasannya……….

  1. Paket Khas: Paket yang belum ada di distro manapun, jadi ini perlu dipaketkan karena tidak ada di distro manapun, semisal blankon-branding.
  2. Paket Impor yang belum masuk debian, semisal IGNSDK, alasan kalau tidak dimasukkan ya gak ada di BlankOn dong.
  3. Paket yang perlu dipatch, semisal gnome-icon-theme, kenapa karena kita akan merubah ikon-ikon yang telah dipaketka debian menjadi ikon-ikon BlankOn, ini juga berlaku untuk gsetting-desktop-schemas ini semisal ada patch untuk setingan desktop, dan paket-paket lainnya.
  4. Paket Impor yang versinya lebih tinggi dari di debian semisal di repo gnome-control-center 3.10 dan di debian sid masih 3.10 dan BlankOn ingin menggunakan versi 3.12.
  5. Paket Gagal pasang atau Ada kutu nah ini meski dipaetkan ulang sampai beres, kalau tidak ya nanti BlankOnnya jadi gatal-gatal karena ada kutu.
  6. Paket dependensi paket yang dibutuhkan oleh paket lain, semisal pak azis mau maketin paket A dan paket A butuh paket B, maka paket B perlu dimasukkan.

Eh ada yang kurang ndak ya? ya sementara yang ingat cuman itu, so stay woles aja, jadi untuk pengingingat:

  1. Semua peket yang telah di paketkan di Distribusi sebelumnya pasti ada di Distribusi sesudahnya, semisal semua paket yang ada di Suroboyo pasti ada di Tambora (jadi kalau tidak untuk kepentingan diatas gak usah dipaketin lagi)
  2. Semua paket yang ada di Debian sid pasti ada di BlankOn XXX (jadi kalau tidak untuk ngepatch atau menaikkan versi jangan dipaketkan)
  3. Kalau CD gagal dibangun karena dependensi itu pertanda pemaketan ada yang salah, so jangan woles :D kejar kutu sampai ke tambora.

Ya begitu aja deh, karena lagi gak woles nih jadi kita lanjut kapan-kapan di #10. hihihihihihihihihihi

 

 

Desain Pengembangan BlankOn (Tidak Resmi) #8 Sebaiknya hari ini tes jahitan harian apa tidak?

Hari ini saya test food ke Nasi Krawu Bu Marjani di Gresik, rasanya tidak seperti dahulu menurut saya, apa yang salah dengan rasa hari ini? apa karena ganti orang yang masak atau ganti resep? entalah saya kurang tahu masalah itu.

Dipertemuan ke #8 ini, terinspirasi oleh test food saya di nasi krawu, apakah di hari ini saya sebaiknya mengetes jahitan atau tidak? Nah tulisan ini juga nanti mungkin menjadi sebuak titik cahaya di sebuah kegelapan untuk panduan membangun tester otomatis.

Woke sob, langsung saja langkah-langkahnya ……………

Buka cdimage.blankonlinux.or.id/blankon/livedvd-harian/

Gambar-Layar-2

Dari gambar diatas

20140317 adalah jahitan 1 jahitan sebelum jahitan terakhir

20140318 adalah jahitan terakhir

current adalah symlink ke jahitan terakhir yaitu 20140318

0. unduh berkas list jahitan harian terakhir, semisal

$ mkdir current && cd current

$ wget http://cdimage.blankonlinux.or.id/blankon/livedvd-harian/current/tambora-desktop-i386.list

1. unduh berkas list jahitan sebelumnya (1 jahitan sebelum jahitan terakhir)

$ mkdir 20140317 && cd 20140317

$ wget http://cdimage.blankonlinux.or.id/blankon/livedvd-harian/20140317/tambora-desktop-i386.list

2. setelah itu cari perbedaan

$ diff -Naur  20140317/tambora-desktop-i386.list current/tambora-desktop-i386.list > bedanyapaya.txt

3. lihat berkas bedanyapaya.txt
— 20140317/tambora-desktop-i386.list2014-03-17 08:02:01.000000000 +0700
+++ current/tambora-desktop-i386.list2014-03-18 07:57:39.000000000 +0700
@@ -16,9 +16,9 @@
 aspell 0.60.7~20110707-1
 aspell-en 7.1-0-1
 at-spi2-core 2.10.2-2
-audacious 3.4.1-1
-audacious-plugins 3.4.1-1
-audacious-plugins-data 3.4.1-1
+audacious 3.4.3-1
+audacious-plugins 3.4.3-2
+audacious-plugins-data 3.4.3-2
 autopoint 0.18.3.2-1
 avahi-autoipd 0.6.31-4
 avahi-daemon 0.6.31-4
@@ -370,8 +370,8 @@
 libatomic1 4.8.2-16
 libatspi2.0-0 2.10.2-2
 libattr1 1:2.4.47-1
-libaudclient2 3.4.1-1
-libaudcore1 3.4.1-1
+libaudclient2 3.4.3-1
+libaudcore1 3.4.3-1
 libaudio2 1.9.4-1
 libaudit-common 1:2.3.4-1
 libaudit1 1:2.3.4-1
@@ -470,7 +470,7 @@
 libdbus-1-3 1.8.0-2
 libdbus-glib-1-2 0.102-1
 libdbusmenu-glib4 0.6.2-1
-libdc1394-22 2.2.1-2
+libdc1394-22 2.2.2-1
 libdca0 0.0.5-6
 libdconf1 0.18.0-1
 libdebconfclient0 0.188
@@ -490,7 +490,7 @@
 libdrm-radeon1 2.4.52-1
 libdrm2 2.4.52-1
 libdv4 1.0.0-6
-libdvbpsi8 1.0.0-3
+libdvbpsi9 1.1.2-2
 libdvdnav4 4.2.1-3
 libdvdread4 4.2.1-2
 libebackend-1.2-6 3.10.3-0blankon1
@@ -961,6 +961,7 @@
 libshout3 2.3.1-3
 libsidplay1 1.36.59-5
 libsidplay2 2.1.1-14
+libsidplayfp 1.3.0-1
 libsigc++-2.0-0c2a 2.2.11-3
 libsigsegv2 2.10-2
 libslang2 2.2.4-16
@@ -1050,8 +1051,8 @@
 libvcdinfo0 0.7.24+dfsg-0.1
 libvisual-0.4-0 0.4.0-5
 libvisual-0.4-plugins 0.4.0.dfsg.1-7
-libvlc5 2.1.2-2+b1
-libvlccore7 2.1.2-2+b1
+libvlc5 2.1.2-2+b2
+libvlccore7 2.1.2-2+b2
 libvo-aacenc0 0.1.3-1
 libvo-amrwbenc0 0.1.3-1
 libvorbis0a 1.3.2-1.3
@@ -1182,7 +1183,7 @@
 live-config-sysvinit 3.0.23-1+deb8u1blankon2
 live-tools 3.0.20-1
 locales 2.18-4
-login 1:4.1.5.1-1
+login 1:4.1.5.1-1.1
 logrotate 3.8.7-1
 lsb-base 4.1+Debian12
 lsb-release 4.1+Debian12
@@ -1240,7 +1241,7 @@
 packagekit-backend-aptcc 0.8.16-1
 packagekit-tools 0.8.16-1
 parted 2.3-16
-passwd 1:4.1.5.1-1
+passwd 1:4.1.5.1-1.1
 patch 2.7.1-4
 patchutils 0.3.2-3
 pciutils 1:3.2.1-2
@@ -1409,11 +1410,11 @@
 uuid-runtime 2.20.1-5.6
 vim-common 2:7.4.161-1
 vim-tiny 2:7.4.161-1
-vlc 2.1.2-2+b1
+vlc 2.1.2-2+b2
 vlc-data 2.1.2-2
-vlc-nox 2.1.2-2+b1
-vlc-plugin-notify 2.1.2-2+b1
-vlc-plugin-pulse 2.1.2-2+b1
+vlc-nox 2.1.2-2+b2
+vlc-plugin-notify 2.1.2-2+b2
+vlc-plugin-pulse 2.1.2-2+b2
 volumeicon-alsa 0.4.6-2blankon2
 w32codecs 1:20110131-dmo2blankon2
 wamerican 7.1-1

ya mari kita baca, karena berkas diatas ada perbedaaan berarti hari ini kita perlu untuk mengetes, low kok tahu ada perbedaan? ya semisal audacious:

-audacious 3.4.1-1
-audacious-plugins 3.4.1-1
-audacious-plugins-data 3.4.1-1
+audacious 3.4.3-1
+audacious-plugins 3.4.3-2
+audacious-plugins-data 3.4.3-2
Keterangan (-) apliasi yang diganti (+) apliasi yang mengganti
berarti jahitan kemaren dan jahitan terakhir audacious naik versi yang sebelumnya 3.4.1-1 ke 3.4.3-2, jadi hari ini kita mengetes yang berubah-berubah saja semisal audacious ini. Dan jangan melebar-melebar mengetes ke aplikasi lain, kecuali aplikasi tersebut berdampak pada aplikasi yang lain juga. Dan cari perbedaan lainnya. Kalau tidak ada perbedaaan berarti liburlah dan nikmati hidup untuk berwisata. :D
Mungkin perbedaan versi ini yang bisa dijadikan indikator pabrik tester otomatis untuk pengetesan.
Masih kurang faham, ya mari cangkruan sama saya untuk wisata kuliner nasi krawu khas gresik, dan sampai jumpa di #9.

Desain Pengembangan BlankOn (Tidak Resmi) #7 Tes (Keberhasilan Upgrade Paket)

Yeah, sore selamat bertemu di #7 tentang tes otomatis, kali ini kita bahas angan-angan saya mimpi siang tadi, karena lama tidak mimpi tentang BlankOn, hehehehe.

BlankOn menggunakan repository yang akan selalu memperbaharui paket otomatis baik dari repository debian ataupun hasil dari pabrik paket IRGSH, meski paket tersebut dari Debian belum tentu paket tersebut lancar jaya sakina mawaddah warohma saat dipasang, karena upstream yang digunakan oleh BlankOn adalah Debian sid alias unstable, apalagi hasil kerja dari pabrik paket IRGSH yang belum tentu juga mulus dipasang. Untuk tes otomatis lainnya kan dibahas di episode lain.

Untuk itu perlu perlu pengujian keberhasilan pemasangan secara otomatis, nah ini bagaimana ye? Gacel sebenarnya.

eh bagimana? begini………………….

0. buat chroot dist-yang-sedang-dikembangkan

1. pasang aplikasi yang dipasang oleh pabrik-cc

2. pasang aplikasi cron untuk menjadwal update dan upgrade

3. lakukan update dan upgrade setiap hari entah jam berapa terserah.

4. ya buat saja skrip pengirim ke milis pengembang jika upgrade yang dilakukan di pont 3 tadi berhasil atau gagal.

ya gacel kan, bagaimana skripnya? ya itu nanti utusan bapak-bapak yang keren dari riset jaya. eh selamat pak Ahmad Haris yang resmi mewakili BlankOn ke beijing untuk nyepik di GNOME.ASIA tahun 2014, itu menunjukkan orang kelahiran Gresik itu keren :D, eh ndak juga ding, karena ikut kontribusi BlankOn kali. Jadi sampai ketemu di #8.

Selamat Tinggal H 90 Z

Akhirnya H 90 Z menjadi milik orang dan selamat tinggal yang telah menemani selama ini. mulai dari perjuangan mencari pacar, mencari rizki dan akhirnya di hari ini 10 Maret 2014 telah berpisah dariku. :(

Dan motor ini seakrang telah di tangan yang tepat, diadopsi oleh pak Andi yang memang hobi motor Klasik dan HD. :D

IMG00032

Desain Pengembangan BlankOn (Tidak Resmi) #6 Tanggung Jawab Pada Tugas atau ………… Kerja Berdasarkan TIket

Hari ini saya telah membuat undangan rapat perdana BlankOn X  di FB yang telah dipos oleh Manajer Rilsi BlankOn X Tambora di milis BlankOn. Di pertemuan ke #6

Ini adalah sebuah pekerjaan yang salah dan sengaja saya buat untuk membuat contoh, alasan…………. hahahahaha. Kenapa saya karena saya tidak menjadi Tim Humas.

Di BlankOn kelemahan saat ini adalah bekerja berdasarkan selera bukan berdasarkan tugas,  menurut saya ini lah yang harus dipecahkan bagaimana supaya ketika kita kerja berdasarkan tugas, tugas ini sebenarnya bisa kita lihat dan diskusikan di tiket BlankOn, dan hendaknya yang membuat juga tiket ketika butuh bantuan, dan yang mengerjakan harus harus mengubah status New ke status Diterima.

Kenapa ini sulit dicapai, kebiasaan lama yang menjadi kebiasaan sering menghilang dan kesemangatan yang mengerjakan, jadi nanti setelah motor saya terjual saya akan mencari inspirasi untuk usululan ini entah di episode mana? dan sampai jumap di pertemuan #7.