Mengganti Alamat IP dengan Nama Mesin Untuk SSH

Kadangkala kita ssh menggunakan Alamat IP atau alamat Domain. Untuk Lebih singkatnya kita menggunakan nama mesin aja kali untuk mempermudah kita.

caranya: buat berkas config di dalam folder .ssh, dan isi dengan

host mahadev #Nama-Mesin
HostName 10.0.0.1 #IP Addresss
port 2222 #Portnya

SImpan, dan panggil saja mesin itu dengan perintah

$ ssh mahadev

 

 

 

Acharya BlankOn

Akhir-akhir ini saya jarang masuk room irc.blankon.in #BlankOn yang kata pak Shokhibi Imgos kanalnya sudah dijual, saya sempat membahas kanal yang dijual itu dengan Guru Dev saya Azis WS dan saya bilang ah gak penting, masih pentig ini lihat film Mahabharat dan Mahadev. :D

Akan tetapi karena saya keseringan nontong film tersebut membuat saya ingin kembali ke kegiatan yang berhubungan dengan BlankOn, Di Mahabharat ada pesan Shree Krisna kepada Dorna Acharya bagaimana tujuan seorang Guru yang baik pada saat mengajarkan ilmunya kepada Siswanya, dan ada pesan juga tujuan siswa belajar yang disampaikan Shree Krisna kepada Raja Angga Karna.

Terlepas dari itu saya berniat sebisa mungkin untuk meluangkan belajar terus dan membagikan yang saya fahami, Tapi tentu saja kadang-kadang saya punya keterbatasan karena masih ada pembatas-pembatas. dan Mudah-mudahan niat ini jalan, untuk awal dimulai besok tanggal 2 September 2014 Jam 8 Malam dengan materi Pemaketan BlankOn Dasar.
Wes dijalani ae orep iki engkok lak teko-teko dewe.

Betoro Guru Lan BlankOn

10560529_10152407593099195_1420896106048712556_o

Eh apa hubungganya gambar diatas dengan Betoro Guru dan BlankOn, gambar BlankOn di atas (Manokwari) adalah karya penasehat spiritual saya dalam BlankOn yaitu Astrojim Blues Sweet, seorang bayan desa Duduk Sampeyan Kecamatan Duduk Sampeyan Gresik, Kabupaten yang dikenal dengan kabupaten Semen Gresik, dan makanan Nasi Krawu, nasi terlezat menurut saya.

Saya tidak heran Pak Azis atau Astrojim bisa mengoprek manokwari seperti itu, karena darah seni telah dimilikiya dan terbawa sejak lahir.

Beberapa hari yang lalu saya melakukan perjalanan ke Ibukota bersama pak azis, dan bertemu dengan seorang penasehat spiritual sebuah perusahaan Pupuk di Gresik, kebetulan ternyata penasehat spiritual tersebut juga orang Gresik juga, dan setelah bincang-bincang saya dapat nasehat dan pak azis dapat amalan, entah amalan apa.

Pada masa saya bersama pak azis ternyata ada beberapa kegiatan, makan, ngoprek, ngisi kelas, ngoding dst, bahkan Manokwari diatas adalah hasil kerja pak azis, tapi kerjaan diatas adalah punya ketergantungan yang harus selalu ada, bahwa jika tidak ada kopi maka kacau sudah itu kegiatan. :D

Dari sini ternyata kopi mempunyai peranan penting, jadi energi yang dikeluarkan untuk mendesain sebuah karya tergantung pada kopi, lah bayangin sendiri kalau tidak ada kopi, pasti kacau. Untung saya tidak tergantung dengan kopi, karena jika kecenderungan oleh kopi maka wassalam.

Saya teringat dengan Sabdo Betoro Guru, hendaknya kita melepas semua ketergantungan kita mulai dari makan dan minum, kalau kita bisa melepas itu maka kita bisa hidup dengan energi alam tanpa makan dan minum. dengan itu kita tidak butuh kopi untuk mengkoding manokwari. :D

Ow ya pak azis mari lupakan kopi dan rokok, mari beralih ke Teh Tawar.

Desain Pengembangan BlankOn (Tidak Resmi) #10 Membangun Lingkungan debootstrap dan dchroot untuk pemaketan

Lama gak ketemu rek, di #10 ini bahas debootstrap & dchroot supaya komputer kita green & clean, eh kok kayak moto kota saja :D.

oke langsung bae yaaaaaaaaaaaaaaa.

$ sudo apt-get install debootstrap dchroot

Setelah itu buat direktory untuk debootstrap dan jalankan debootstrap

$ sudo mkdir /var/chroot

$ echo “mychroot /var/chroot” | sudo tee -a /etc/dchroot.conf

$ sudo debootstrap –variant=buildd tambora /var/chroot/ http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon

setting lingkungan dchroot untuk memudahkan penggunaan kita.

$ sudo cp /etc/resolv.conf /var/chroot/etc/resolv.conf

$ sudo cp /etc/apt/sources.list /var/chroot/etc/apt/

Masuk ke Chroot

$ sudo chroot /var/chroot/

Ubah berkas sources.list sesuai rilis

# echo “deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora main restricted extras extras-restricted” > /etc/apt/sources.list

# echo “deb-src http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon tambora main restricted extras extras-restricted” >> /etc/apt/sources.list

# apt-get update

Pasang paket-paket yang dibutuhkan

# apt-get install wget debconf devscripts gnupg nano dialog sudo

# exit

Agar pengguna dapat menggunakan dchroot mari kita ubah

$ sudo cp /etc/passwd /var/chroot/etc/

$ sudo sed “s/\([^:]*\):[^:]*:/\1:*:/” /etc/shadow | sudo tee /var/chroot/etc/shadow

$ sudo cp /etc/group /var/chroot/etc/

$ sudo cp /etc/hosts /var/chroot/etc/

Ubah konfigurasi password

$ sudo cp /etc/sudoers /var/chroot/etc/

$ sudo chroot /var/chroot/

# dpkg-reconfigure passwd

# passwd <nama-pengguna> # exit

Ubah fstab supaya bisa berbagi home dan tmp

$ sudo nano /etc/fstab

dan tambahkan

### Isi /etc/fstab untuk dchroot ###

/home /var/chroot/home none bind 0 0

/tmp /var/chroot/tmp none bind 0 0

proc-chroot /var/chroot/proc proc defaults 0 0

devpts-chroot /var/chroot/dev/pts devpts defaults 0 0

simpan dan mount

$ sudo mount -a

Setelah itu masuk ke chroot dan setting

$ sudo chroot /var/chroot/

# echo mychroot > /etc/debian_chroot

# exit

Selesei, untuk menggunakan dchroot adalah

$ dchroot -c mychroot -d

sampai ketemu di #11

 

 

 

Desain Pengembangan BlankOn (Tidak Resmi) #9 Apa perlu dipaketin?

Selamat malam, selamat bersengsara ria para pemaket, kejar Gnome3.12 sampai titik kopi penghabisan, selamat bertemu di #9, kali ini kita bahas tentang Ngapain sih kita maketin di BlankOn? kapan kita harus maketin? Ini dia alasannya……….

  1. Paket Khas: Paket yang belum ada di distro manapun, jadi ini perlu dipaketkan karena tidak ada di distro manapun, semisal blankon-branding.
  2. Paket Impor yang belum masuk debian, semisal IGNSDK, alasan kalau tidak dimasukkan ya gak ada di BlankOn dong.
  3. Paket yang perlu dipatch, semisal gnome-icon-theme, kenapa karena kita akan merubah ikon-ikon yang telah dipaketka debian menjadi ikon-ikon BlankOn, ini juga berlaku untuk gsetting-desktop-schemas ini semisal ada patch untuk setingan desktop, dan paket-paket lainnya.
  4. Paket Impor yang versinya lebih tinggi dari di debian semisal di repo gnome-control-center 3.10 dan di debian sid masih 3.10 dan BlankOn ingin menggunakan versi 3.12.
  5. Paket Gagal pasang atau Ada kutu nah ini meski dipaetkan ulang sampai beres, kalau tidak ya nanti BlankOnnya jadi gatal-gatal karena ada kutu.
  6. Paket dependensi paket yang dibutuhkan oleh paket lain, semisal pak azis mau maketin paket A dan paket A butuh paket B, maka paket B perlu dimasukkan.

Eh ada yang kurang ndak ya? ya sementara yang ingat cuman itu, so stay woles aja, jadi untuk pengingingat:

  1. Semua peket yang telah di paketkan di Distribusi sebelumnya pasti ada di Distribusi sesudahnya, semisal semua paket yang ada di Suroboyo pasti ada di Tambora (jadi kalau tidak untuk kepentingan diatas gak usah dipaketin lagi)
  2. Semua paket yang ada di Debian sid pasti ada di BlankOn XXX (jadi kalau tidak untuk ngepatch atau menaikkan versi jangan dipaketkan)
  3. Kalau CD gagal dibangun karena dependensi itu pertanda pemaketan ada yang salah, so jangan woles :D kejar kutu sampai ke tambora.

Ya begitu aja deh, karena lagi gak woles nih jadi kita lanjut kapan-kapan di #10. hihihihihihihihihihi

 

 

Desain Pengembangan BlankOn (Tidak Resmi) #8 Sebaiknya hari ini tes jahitan harian apa tidak?

Hari ini saya test food ke Nasi Krawu Bu Marjani di Gresik, rasanya tidak seperti dahulu menurut saya, apa yang salah dengan rasa hari ini? apa karena ganti orang yang masak atau ganti resep? entalah saya kurang tahu masalah itu.

Dipertemuan ke #8 ini, terinspirasi oleh test food saya di nasi krawu, apakah di hari ini saya sebaiknya mengetes jahitan atau tidak? Nah tulisan ini juga nanti mungkin menjadi sebuak titik cahaya di sebuah kegelapan untuk panduan membangun tester otomatis.

Woke sob, langsung saja langkah-langkahnya ……………

Buka cdimage.blankonlinux.or.id/blankon/livedvd-harian/

Gambar-Layar-2

Dari gambar diatas

20140317 adalah jahitan 1 jahitan sebelum jahitan terakhir

20140318 adalah jahitan terakhir

current adalah symlink ke jahitan terakhir yaitu 20140318

0. unduh berkas list jahitan harian terakhir, semisal

$ mkdir current && cd current

$ wget http://cdimage.blankonlinux.or.id/blankon/livedvd-harian/current/tambora-desktop-i386.list

1. unduh berkas list jahitan sebelumnya (1 jahitan sebelum jahitan terakhir)

$ mkdir 20140317 && cd 20140317

$ wget http://cdimage.blankonlinux.or.id/blankon/livedvd-harian/20140317/tambora-desktop-i386.list

2. setelah itu cari perbedaan

$ diff -Naur  20140317/tambora-desktop-i386.list current/tambora-desktop-i386.list > bedanyapaya.txt

3. lihat berkas bedanyapaya.txt
— 20140317/tambora-desktop-i386.list2014-03-17 08:02:01.000000000 +0700
+++ current/tambora-desktop-i386.list2014-03-18 07:57:39.000000000 +0700
@@ -16,9 +16,9 @@
 aspell 0.60.7~20110707-1
 aspell-en 7.1-0-1
 at-spi2-core 2.10.2-2
-audacious 3.4.1-1
-audacious-plugins 3.4.1-1
-audacious-plugins-data 3.4.1-1
+audacious 3.4.3-1
+audacious-plugins 3.4.3-2
+audacious-plugins-data 3.4.3-2
 autopoint 0.18.3.2-1
 avahi-autoipd 0.6.31-4
 avahi-daemon 0.6.31-4
@@ -370,8 +370,8 @@
 libatomic1 4.8.2-16
 libatspi2.0-0 2.10.2-2
 libattr1 1:2.4.47-1
-libaudclient2 3.4.1-1
-libaudcore1 3.4.1-1
+libaudclient2 3.4.3-1
+libaudcore1 3.4.3-1
 libaudio2 1.9.4-1
 libaudit-common 1:2.3.4-1
 libaudit1 1:2.3.4-1
@@ -470,7 +470,7 @@
 libdbus-1-3 1.8.0-2
 libdbus-glib-1-2 0.102-1
 libdbusmenu-glib4 0.6.2-1
-libdc1394-22 2.2.1-2
+libdc1394-22 2.2.2-1
 libdca0 0.0.5-6
 libdconf1 0.18.0-1
 libdebconfclient0 0.188
@@ -490,7 +490,7 @@
 libdrm-radeon1 2.4.52-1
 libdrm2 2.4.52-1
 libdv4 1.0.0-6
-libdvbpsi8 1.0.0-3
+libdvbpsi9 1.1.2-2
 libdvdnav4 4.2.1-3
 libdvdread4 4.2.1-2
 libebackend-1.2-6 3.10.3-0blankon1
@@ -961,6 +961,7 @@
 libshout3 2.3.1-3
 libsidplay1 1.36.59-5
 libsidplay2 2.1.1-14
+libsidplayfp 1.3.0-1
 libsigc++-2.0-0c2a 2.2.11-3
 libsigsegv2 2.10-2
 libslang2 2.2.4-16
@@ -1050,8 +1051,8 @@
 libvcdinfo0 0.7.24+dfsg-0.1
 libvisual-0.4-0 0.4.0-5
 libvisual-0.4-plugins 0.4.0.dfsg.1-7
-libvlc5 2.1.2-2+b1
-libvlccore7 2.1.2-2+b1
+libvlc5 2.1.2-2+b2
+libvlccore7 2.1.2-2+b2
 libvo-aacenc0 0.1.3-1
 libvo-amrwbenc0 0.1.3-1
 libvorbis0a 1.3.2-1.3
@@ -1182,7 +1183,7 @@
 live-config-sysvinit 3.0.23-1+deb8u1blankon2
 live-tools 3.0.20-1
 locales 2.18-4
-login 1:4.1.5.1-1
+login 1:4.1.5.1-1.1
 logrotate 3.8.7-1
 lsb-base 4.1+Debian12
 lsb-release 4.1+Debian12
@@ -1240,7 +1241,7 @@
 packagekit-backend-aptcc 0.8.16-1
 packagekit-tools 0.8.16-1
 parted 2.3-16
-passwd 1:4.1.5.1-1
+passwd 1:4.1.5.1-1.1
 patch 2.7.1-4
 patchutils 0.3.2-3
 pciutils 1:3.2.1-2
@@ -1409,11 +1410,11 @@
 uuid-runtime 2.20.1-5.6
 vim-common 2:7.4.161-1
 vim-tiny 2:7.4.161-1
-vlc 2.1.2-2+b1
+vlc 2.1.2-2+b2
 vlc-data 2.1.2-2
-vlc-nox 2.1.2-2+b1
-vlc-plugin-notify 2.1.2-2+b1
-vlc-plugin-pulse 2.1.2-2+b1
+vlc-nox 2.1.2-2+b2
+vlc-plugin-notify 2.1.2-2+b2
+vlc-plugin-pulse 2.1.2-2+b2
 volumeicon-alsa 0.4.6-2blankon2
 w32codecs 1:20110131-dmo2blankon2
 wamerican 7.1-1

ya mari kita baca, karena berkas diatas ada perbedaaan berarti hari ini kita perlu untuk mengetes, low kok tahu ada perbedaan? ya semisal audacious:

-audacious 3.4.1-1
-audacious-plugins 3.4.1-1
-audacious-plugins-data 3.4.1-1
+audacious 3.4.3-1
+audacious-plugins 3.4.3-2
+audacious-plugins-data 3.4.3-2
Keterangan (-) apliasi yang diganti (+) apliasi yang mengganti
berarti jahitan kemaren dan jahitan terakhir audacious naik versi yang sebelumnya 3.4.1-1 ke 3.4.3-2, jadi hari ini kita mengetes yang berubah-berubah saja semisal audacious ini. Dan jangan melebar-melebar mengetes ke aplikasi lain, kecuali aplikasi tersebut berdampak pada aplikasi yang lain juga. Dan cari perbedaan lainnya. Kalau tidak ada perbedaaan berarti liburlah dan nikmati hidup untuk berwisata. :D
Mungkin perbedaan versi ini yang bisa dijadikan indikator pabrik tester otomatis untuk pengetesan.
Masih kurang faham, ya mari cangkruan sama saya untuk wisata kuliner nasi krawu khas gresik, dan sampai jumpa di #9.